matahari membangun pagi.kembali meranggul embun.dingin yang menyelimuti tak
sehangat jiwa seorang wanita yang ingin mati.
dia aisyah.seorang wanita dengan balutan jilbab biru.dengan wajah teduh
menyejukansiapa yang memandang.
meski demikian,di matanya terlihat jelas.keinginan nya untuk mengakhiri
semua hal didunia.keinginan untuk mati.
sudah 2 tahun berlalu sejak ia kecelakan dan harus menerima fakta bahwa ia
harus buta seumur hidup.menjalani kehidupan pahit.tanpa ada sedikit cahaya
untuk melihat.hanya kegelapan temannya.
kabar baiknya.dia memiliki suami yang sangat mencintainya.meski dalam cacad
pun dia tetap mencintainya.memberi semangat untuk hidup.jika tak ada suaminya..
mungkin dia telah bunuh diri..
2 tahun sudah dia buta..rasaputus asa terus datang.tapi rasa cinta karna
suaminya tak kalah membara.waktu itu dia berusaha untuk diam saja di rumah
seperti yang ia lakukan dua tahun ini.ia belajar kursus bahasa tunanetra.kursus
menjahit.hanya karena ingin memiliki semangat hidup.dan mencoba untuk normal.
tapi semua tak semudah dipikirkan.ketika bepergian ia harus di temani sang
suami yang setia.yang dengan sabar menuntunnya..memberikan semangat..menaiki
bis..mengantar ke tempat kursus.pulang kerumah..semuanya di bantu suami
tercinta
meski ia bisa hidup normal.tapi buta tetaplah saja buta..
1 tahun berlalu,rasa semangat kian
menurun..hanya karena 1 pikiran terlintas dipikiran aisyah.
"sekarang mungkin suamiku memperhatikanku.tapi aku tak tau apakah
nanti..pasti dia akn mencampakkan aku seperti orang cacad pada umum"
pikiran tersebut terus merasuki
dirinya,apakah mungkin dia akan ditinggalkan seorang yang hanya ada untuknya
didunia ini..seorang yang di cintainya.
di pemikiran suami pun berpikir.
"aku tak bisa selalu mengantarkannya kursus..aku tak bisa selalu
ada di dekatnya..ia harus belajar mandiri"
**
disuatu malam ketika hajat lebat turun menderai,sang suami mantap mengutarakan
isi hatinya..sang suami sadar.jika istrinya mendengar pasti ia akan sok.dan
marah..tapi apa boleh buat..ia harus mandiri..harus mandiri.
sang suami pun mengutaran pikirannya kepada aisyah,sungguh betapa terkejut
ketika aisyah mendengar,bathin nya seperti berkata
"benarkan.dia tidak lagi mencintaiku.sekarang dia ingin
meninggalkanku."
apa boleh buat.ia hanya bisa berderai air mata.apa yang bisa di perbuatnya
dengan matanya.tidak ada..hanya gelap lah temannya..sekarang menurutnya dia
adalah orang yang paling gagal di seluruh dunia
**
esok paginya ia belajar berangkat kursus sendiri.mesti awal di bantu
suaminya ke halte bus di perjalannan sendirian.tetapi rasa takut tetap saja
membaluti badanseakan selimut yang melindungi dari dingin.
bermodal tongkat sebagai temannya.membantunya melakukan kegiatan di luar
rumah.lama kelamaan suaminya pun tidak lagi mengantarkannya kehalte..ia sudah
bisa mencari jalan sendiri.mesti didalam bathinnya akan kebencian antara
kecintaan kepada suaminya.bermula sirna.
sekarang ia hanya sendiri dengan tongkatnya..
**
hampir satu tahun..aisyah sudah terbiasa tanpa di bantu suaminya pergi
keluar rumah sendirian..meski tanpa di temani..tapi tetaplah..matanya tetap tak
bisa melihat cahaya..1 cahaya pun tak bisa.
suatu ketika ia turun dari bus.sopir
bus tak asing lagi dengan wajah ayu berjilbab itu.teduh wajahnya membuat
seseorang akan tengat kepadanya..ia pun memulai pembicaraan
sungguh kau wanita yang paling beruntung bu aisyah di dunia ini.
si wanita terheran..kenapakau katakan padaku bgitu.padahal aku buta jawab
aisyah.
sopir itu menjawab.
kamu tau satu tahun terakhir ini memang kamu tidak di temani suamimu ketika
bepergian.tapi tahukah selama ini ia selalu di dekatmu.walau ia hanyamelihat mu
dari kajuhan..tapi tahukah ketika kau ingin terjatuh menaiki bus ini terlihat
jelas wajah khawatirnya..ia ingin menolongmu..tapi ia tau tidak bisa membuatmu
manja selamanya hidup hanya karena buta..karena ia ingin wanita yang di
cintainya bisa mandiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar